Petrus Fatlolon Ungkap Kesepakatan Penyelesaian Insiden Penganiayaan 2 Warga Olilit |
- Petrus Fatlolon Ungkap Kesepakatan Penyelesaian Insiden Penganiayaan 2 Warga Olilit
- Suasana Gedung Putih di Washington DC Gelap Gulita Pasca Donald dan Melania Trump Positif Covid-19
- FGV Holdings Berhad Janji Bersihkan Nama Setelah Larangan Impor AS atas Tuduhan Kerja Paksa
- Sejarahwan Ungkap Puluhan Juta Orang Meksiko Meninggal karena Wabah Cacar pada 500 Tahun Lalu
- Jumlah Pengangguran Amerika Serikat Alami Penurunan, Eropa Alami Kenaikan
- Yeheskiel Katiandagho Harap 58 Personel Lantamal X yang Naik Pangkat Berdedikasi Penuh
- Yeheskiel Katiandagho Pimpin Ziarah Jelang Peringatan HUT TNI ke-75
Petrus Fatlolon Ungkap Kesepakatan Penyelesaian Insiden Penganiayaan 2 Warga Olilit Posted: 02 Oct 2020 09:46 AM PDT SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon, SH., MH mengungkapkan beberapa kesepakatan untuk menyelesaikan insiden penganiayaan dua warga Desa Olilit di Kecamatan Selatan (Tansel), Marsianus dan Timotius Fanumbi yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku pada Kamis (24/09/2020) pukul 23.50 WIT. Hal itu ia katakan setelah pihaknya mengundang Kapolres Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah, S. I. K bersama jajaran, Komandan Kompi (Danki) Brimob, Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD) PR Simon Petrus Matruty bersama para pastor, keluarga Fanumbi, Tokoh Pemuda Olilit, Toko Adat dan Kepala Desa (Kades) Olilit Mesasail pada Minggu (27/09/2020). Pertemuan yang bertujuan untuk mencari solusi terbaik itupun merupakan pertemuan lanjutan dari hari sebelumnya pada Sabtu (26/09/2020). Setelah itu Kapolres Romi, Danki Brimob, Pj Sekda Tanimbar Drs. Ruben B. Moriolkossu, MM dan Asistes menjenguk dan memberikan perhatian kepada korban Marsianus Fanumbi yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) Fatima Saumlaki yang biaya pengobatan ditanggung penuh oleh Polres Tanimbar pada Senin (28/09/2020). "Saya yang mengundang dalam rangka bagaimana mencari solusi penyelesaian permasalahan antara oknum anggota brimob dan masyarakat olilit. Kita tegaskan bahwa kesalahpahaman itu bukan antar lembaga, institusi, gereja atau pemdes dengan kesatuan brimob, tetapi sesungguhnya murni oknum masyarakat dengan oknum anggota brimob," ungkap Fatlolon kepada Lelemuku.com pada Rabu (30/09/2020). Ia mengatakan ada beberapa kesepakatan bersama yang dicapai, diantaranya semua pihak harus menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Desa Olilit, Kota Saumlaki dan Kabupaten Tanimbar, mendukung penuh upaya penegakan hukum dari kepolisian yang saat ini sudah berjalan dalam tahapan penyidikan. Fatlolon menegaskan bahwa ada terdapat penyataan sebelumnya yang mengatakan untuk menolak keberadaan Brimob di Tanimbar dengan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanimbar segera meninjau kembali hibah tanah untuk pembangunan Mako Brimob di wilayah petuanan Desa Olilit Raya merupakan luapan emosional yang tidak mencerminkan suara dari seluruh rakyat di daerah tersebut. Selain itu, Ia mengimbau kepada masyarakat Tanimbar untuk tidak terprofokasi dan meminta kepada semua pihak, secara khusus keluarga untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan dan adat. "Saya tegaskan kehadiran Polri yang di dalamnya ada brimob merupakan kebutuhan negara dan pemda. Jadi yang sudah kita hibahkan tidak dapat dibatalkan, itu antara pemda dengan institusi kepolisian. Tanimbar wajib bekerjasama dan mendukung kehadiran TNI dan Polri di kabupaten. Tidak boleh ada yang menolak, ini merupakan alat negara, institusi negara yang harus memang kita terima, justru kehadiran kepolisian untuk melindungi dan mengayomi masyarakat," tegasnya.
Ia pun meminta agar semua pihak segera saling memaafkan dan sepakat mengakhiri insiden itu. Sementara itu keluarga korban berencana untuk menunda semua proses penegakan hukum mengingat korban Marsianus masih dalam tahap pengobatan. 2 Tersangka Ditetapkan Menurutnya kedua oknum anggota Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku dengan inisial SA da AG diduga telah menganiaya dua pemuda Olilit, Marselinus dan Timotius Fanumby pada Jumat (24/9/2020). Kedua tersangka saat ini telah diamankan di Rutan Polres Tanimbar. "Kami sudah mengambil langkah cepat terkait penanganan kasus ini. Mulai kemarin sore sampai dengan tadi malam untuk melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, yaitu 5 dari personil brimob dan 2 dari warga," ungkap Kapolres Romi kepada awak media pada Sabtu (27/09/2020). Ia menyatakan pihaknya masih belum bisa memintai keterangan dari Marselinus Fanumby karena masih menjalankan perawatan di Rumah Sakit (RS) Fatima Saumlaki. "Perawatan atas inisiatif kami agar segera sembuh dan kita dapat segera melakukan pemeriksaan kepada bersangkutan untuk mengetahui bagaimana peristiwa ini terjadi," kata Romi. Ia menuturkan bahwa Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Drs. Baharuddin Djafar, M.Si telah menaruh perhatian besar terhadap kasus ini dimana harus dilakukan secara benar dengan penanganan semua pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum baik pidana, kode etik dan disiplin. Romi menambahkan dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Maluku untuk tindakan disiplin dan kode etik terhadap tersangka oknum personel brimob. "Pak Kapolda telah menyampaikan sikap tegas untuk usut tuntas kasus ini sampai dengan semua pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Masih ada beberapa saksi lagi sudah bisa kami identifikasi , tetapi masih membutuhkan waktu untuk pemeriksaan. termasuk kepada saudara Marianus Fanumbi. Proses ini masih jalan, artinya tidak menutup kemungkinan mungkin akan ada pelaku-pelaku lainnya," tambah Romi. Kronologi Sebenarnya "Terjadilah cekcok mulut. Namun saat itu belum terjadi pemukulan," ucap Kapolres. Kemudian Kejadian berikutnya yakni di lokasi Pasar Ikan Olilit, depan bengkel. Dimana anggota Brimob MA dan adiknya ini kembali bertemu dengan Marsianus dan Timotius. Pada pertemuan kedua inilah terjadi tindakan pemukulan terhadap adik dari Briptu MA yang dilakukan oleh Marsianus dan Timotius. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil visum, terdapat luka pada tangan dan kaki. Sedangkan hasil visum terhadap Briptu MA juga mengalami bengkak di belakang kepala dan kaki kanan. Atas kejadian pemukulan itulah, saudara laki-laki Briptu MA berhasil kabur dari aksi itu. Sedangkan MA memilih kembali ke Kompi C Brimob yang berada di dekat Bandara Lama, Desa Olilit, guna melaporkan kejadian yang dialami. Disana ada dua orang Bintara jaga dan dua orang personil dari Kompi C. "Dimomen itulah terjadi peristiwa pemukulan terhadap Marsianus dan Timotous. Setelah kejadian itu, Timotius lari dan Marsianus dibawah ke Kompi Brimob. Malam itu juga masalah ini dibawah ke Polres dan kita arahkan untuk visum," tandas Kapolres. Menurutnya, dari keterangan para saksi, kedua orang ini yakni Marsianus dan Timotous dalam kondisi mabuk alias dipengaruhi minuman keras. Akan tetapi keduanya menyangkal. Sebagai penegak hukum yang menangani permasalahan ini, pihaknya juga tidak bisa menegaskan bahwa baik Timotius ataupun Marsianus saat kejadian dipengaruhi miras atau tidak. Hal itu akan dibuktikan dengan pendalaman oleh petugas. "Barang bukti sementara dikumpulkan. Kami tegaskan, Polri akan memberikan tindakan tegas kepada anggotanya yang melakukan perbuatan pidana. Sejauh ini, masih dilakukan penyidikan. Apalagi saudara Marsianus sebagai saksi kunci belum memberikan keterangan karena masih menjalankan perawatan di Rumah Sakit (RS) Fatima Saumlaki," tegasnya. (Albert Batlayeri) |
Suasana Gedung Putih di Washington DC Gelap Gulita Pasca Donald dan Melania Trump Positif Covid-19 Posted: 02 Oct 2020 12:55 AM PDT WASHINGTON, LELEMUKU.com - Suasana Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat yang gelap gulita pasca Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dinyatakan Positif Covid-19. Sebelumny aPresiden Trump mentweet pada Jumat 2 Oktober 2020 pukul 24:54 waktu setempat. "Malam ini, Ibu Negara dan saya dinyatakan positif C19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan melewati ini BERSAMA! " 11 menit kemudian, Gedung Putih merilis sebuah memorandum dari dokter presiden berusia 74 tahun, Dr. Sean Conley, yang mengonfirmasi tes positif untuk Trump. "Presiden dan Ibu Negara baik-baik saja saat ini, dan mereka berencana untuk tetap di rumah di Gedung Putih selama masa pemulihan mereka," kata Conley. Dia menambahkan bahwa dia mengharapkan presiden "untuk terus menjalankan tugasnya tanpa gangguan sambil memulihkan diri, dan saya akan terus mengabari Anda tentang perkembangan di masa depan." Melania Trump tweeted pada 1:27: "Seperti yang telah dilakukan banyak orang Amerika tahun ini, Presiden Amerika Serikat & saya dikarantina di rumah setelah dinyatakan positif C19. Kami merasa baik & saya telah menunda semua keterlibatan yang akan datang. Harap pastikan Anda tetap aman & kita semua akan melalui ini bersama-sama. " Semua acara politik Trump dalam waktu dekat telah dibatalkan, menurut seorang pejabat Gedung Putih. Berita itu segera menyebabkan saham berjangka AS anjlok dan berpotensi membuat kampanye kepresidenan Trump terhenti, hampir sebulan sebelum pemilihan melawan mantan Wakil Presiden Joe Biden, yang memimpin dalam jajak pendapat nasional. (VOA) |
FGV Holdings Berhad Janji Bersihkan Nama Setelah Larangan Impor AS atas Tuduhan Kerja Paksa Posted: 02 Oct 2020 12:11 AM PDT KUALA LUMPUR, LELEMUKU.COM - Produsen minyak sawit Malaysia FGV Holdings Berhad Kamis (1/10/2020) berjanji untuk "membersihkan namanya" setelah AS melarang impor minyak sawitnya atas tuduhan kerja paksa dan pelanggaran lainnya. Associated Press melaporkan, kantor Bea Cukai dan Perdagangan AS mengeluarkan perintah larangan terhadap FGV pada hari Rabu (30/9). AS mengatakan mereka menemukan indikasi kerja paksa, termasuk kekhawatiran terkait anak-anak, bersama dengan pelanggaran lain seperti kekerasan fisik dan seksual. Tindakan tersebut, diumumkan seminggu setelah Associated Press mengungkap pelanggaran ketenagakerjaan besar di industri minyak sawit Malaysia, dipicu oleh petisi yang diajukan tahun lalu oleh organisasi nirlaba. FGV mengatakan semua masalah yang diangkat "telah menjadi wacana publik sejak 2015 dan FGV telah mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki situasi tersebut". "FGV kecewa karena keputusan tersebut telah dibuat ketika FGV telah mengambil langkah konkret selama beberapa tahun terakhir dalam menunjukkan komitmennya untuk menghormati hak asasi manusia dan untuk menegakkan standar ketenagakerjaan," katanya dalam sebuah pernyataan. Malaysia adalah produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia. Bersama dengan Indonesia, kedua negara mendominasi pasar global, menghasilkan 85 persen dari pasokan senilai $ 65 miliar (Rp 96,2 triliun). Minyak sawit dan turunannya yang berasal dari FGV, dan Felda milik Malaysia masuk ke rantai pasokan perusahaan multinasional besar. Mereka termasuk Nestle, L'Oreal, dan Unilever, menurut daftar pemasok dan pabrik minyak sawit yang paling baru diterbitkan perusahaan. Beberapa bank besar dan lembaga keuangan Barat tidak hanya mengalirkan uang secara langsung atau tidak langsung ke dalam industri minyak sawit, tetapi juga memegang saham di FGV. Reporter Associated Press mewawancarai lebih dari 130 mantan pekerja dan yang masih bekerja dari delapan negara di dua lusin perusahaan kelapa sawit - termasuk Felda, yang memiliki sekitar sepertiga saham FGV. Mereka menemukan sejumlah masalah, mulai dari gaji yang belum dibayar hingga perbudakan dan tuduhan pemerkosaan, bahkan terkadang melibatkan anak di bawah umur. Mereka juga menemukan Muslim Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan, salah satu minoritas paling teraniaya di dunia, telah diperdagangkan ke perkebunan dan dipaksa bekerja. FGV mengatakan pada hari Kamis (1/10) bahwa mereka tidak terlibat dalam perekrutan atau pekerjaan apa pun bagi pengungsi. Mereka mengatakan tidak mempekerjakan pekerja kontrak. Pekerja migran direkrut, terutama dari India dan Indonesia, melalui jalur hukum, katanya. Mereka memastikan pekerja tidak dipaksa untuk membayar biaya apa pun. Per Agustus, FGV memiliki 11.286 pekerja Indonesia dan 4.683 pekerja India. Perusahaan mengatakan sedang memperkenalkan penggunaan sistem pembayaran nontunai untuk para pekerjanya. FGV mengatakan telah menginvestasikan 350 juta ringgit (Rp 1,253 triliun) selama tiga tahun terakhir untuk meningkatkan perumahan pekerja dan memberikan tunjangan kesehatan. Mereka memastikan pemasok dan vendor diwajibkan untuk mematuhi kode etik perusahaan. "FGV tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia atau tindak pidana dalam operasinya," katanya, seraya menambahkan FGV akan menindaklanjuti tuduhan kekerasan atau intimidasi fisik atau seksual. FGV mengatakan telah menyerahkan bukti kepatuhan dengan standar ketenagakerjaan ke kantor CBP AS sejak tahun lalu. Perusahan menambahkan pihaknya akan melanjutkan keterlibatannya "untuk membersihkan nama FGV, dan bertekad untuk melihat melalui komitmennya untuk menghormati hak asasi manusia dan menegakkan standar ketenagakerjaan." (VOA) |
Sejarahwan Ungkap Puluhan Juta Orang Meksiko Meninggal karena Wabah Cacar pada 500 Tahun Lalu Posted: 02 Oct 2020 12:06 AM PDT MEXICO CITY, LELEMUKU.COM - Pandemi sakit cacar air yang menghantam Meksiko 500 tahun yang lalu, tepatnya September 1520, cukup menjadi momok bagi negara tersebut. Virus yang dibawa oleh penjajah Spanyol menciptakan pemandangan yang mengerikan di Meksiko. Kremasi massal jenazah orang yang mengidap cacar, perobohan rumah yang di dalamnya terdapat satu keluarga yang meninggal karena cacar, menjadi salah satu pemandangan yang mengerikan di kota tersebut. Kantor berita Associated Press melaporkan cacar air dan penyakit baru lainnya terus membunuh puluhan juta orang pribumi di Amerika yang tidak tahan terhadap penyakit yang berasal dari Eropa itu. Virus tersebut kemudian menyebar ke Amerika Selatan, dan menyebabkan kejatuhan dan penggulingan kerajaan seperti Aztec dan Inca. Hernán Cortés dan kelompoknya yang terdiri dari beberapa ratus orang Spanyol telah diusir dari ibu kota Aztec Tenochtitlan, sekarang Mexico City, pada tanggal 30 Juni 1520. Mereka diusirleh penduduk yang marah setelah penjajah menculik Kaisar Moctezuma dan dia meninggal. Namun, meski meninggalkan Meksiko, orang Spanyol tersebut tak membawa serta budak-budaknya yang berasal dari orang pribumi dan Afrika yang mereka bawa dari Kuba. Padahal beberapa dari mereka sudah terinfeksi cacar. Sejarawan Miguel León Portilla dalam bukunya "The Vision of the Conquered" mengutip para penulis sejarah yang menggambarkannya sebagai "wabah yang hebat ... penghancur besar orang." Cuitláhuac, penerus Moctezuma, meninggal karena penyakit itu pada tahun 1520. Suku Aztec, atau orang Meksiko, mencoba pengobatan tradisional yang telah lama dipercaya untuk memerangi penyakit yang tidak diketahui itu. Namun, ternyata gagal. Mereka juga mencoba mandi uap obat yang dikenal dengan istilah "temezcales." Namun, karena orang-orang berdesakan begitu rapat ke dalam bilik batu dan lumpur yang tertutup, pemandian tersebut pada akhirnya hanya berfungsi sebagai tempat penyebaran penyakit. "Itu adalah penularan massal," kata sejarawan medis Sandra Guevara, Cortés dan anak buahnya masuk kembali ke Meksiko dan menaklukkan kota yang dilanda penyakit itu setahun kemudian pada bulan Agustus 1521. Pada saat itu, karena cacar, pertempuran, dan kekurangan makanan yang disebabkan oleh blokade penjajah, ada begitu banyak mayat membusuk di jalan. Akibatnya Cortés memutuskan untuk memindahkan ibu kota baru Spanyol ke kota yang letaknya lebih jauh ke selatan untuk menghindari bau yang menyengat. Selama pandemi virus corona, terlihat banyak orang kembali menggunakan cara-cara kuno untuk mencegak perebakan virus, misalnya dengan melakukan karantina wilayah. Dalam kasus cacar, umat manusia berhasil mengalahkan perang dengannya. Dunia berhasil mendapatkan vaksin pertama cacar pada tahun 1796. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan penyakit tersebut dapat iberantas pada tahun 1980. Namun, para pakar menilai kemenangan seperti itu menimbulkan kesombongan. "Dalam 50 tahun terakhir, keangkuhan tertentu muncul dalam komunitas medis, mengira bahwa kami telah mengendalikan semua penyakit menular," kata José Esparza, profesor kedokteran di Institut Virologi Manusia Universitas Maryland. Umat manusia telah belajar dari penyakit, catat Guevara. Kolera mengajari kita betapa pentingnya air bersih dan sanitasi; AIDS mengubah perilaku seksual. "Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya," kata Guevara. "Kita harus belajar bahwa umat manusia tidak dapat mengendalikan segalanya." (VOA) |
Jumlah Pengangguran Amerika Serikat Alami Penurunan, Eropa Alami Kenaikan Posted: 02 Oct 2020 12:02 AM PDT WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Jumlah orang Amerika yang mendaftarkan untuk mendapat tunjangan pengangguran turun pekan lalu, namun tetap cukup tinggi, 837.000, membuktikan bahwa ekonomi masih berjuang untuk pulih sejak musim panas lalu. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis menunjukkan, perusahaan-perusahaan masih mengurangi sejumlah besar pekerjaan, meskipun angka mingguan kurang dapat diandalkan karena negara-negara bagian berupaya menghentikan klaim-klaim palsu (untuk mendapat tunjangan pengangguran) dan memroses pendaftaran yang sebelumnya menumpuk. Contohnya California, yang mencatat lebih dari seperempat pendaftar tunjangan dari pemerintah, pekan ini melaporkan angka yang sama seperti minggu sebelumnya. Itu disebabkan negara bagian itu berhenti menerima klaim pengangguran baru selama dua minggu, supaya teknologi anti-penipuan dapat diterapkan, dan menanggapi 600.000 pendaftaran yang menumpuk dan diterima lebih dari tiga minggu lalu. Sementara itu, pengangguran di Eropa naik dalam lima bulan berturut-turut pada Agustus dan diperkirakan akan semakin naik di tengah kekhawatiran program bantuan pemerintah yang ekstensif tidak akan membantu bisnis yang terkena pembatasan virus corona untuk bisa bertahan selamanya. Tingkat pengangguran naik menjadi 8,1% dari 8,0% pada Juli di 19 negara yang menggunakan mata uang Euro, menurut statistik resmi hari Kamis. Jumlah pengangguran naik 251.000 dalam sebulan menjadi 13,2 juta. Sementara tingkat pengangguran di Eropa masih rendah dibandingkan dengan lonjakan di banyak negara lain, para ekonom memperkirakan angka itu bisa mencapai lebih dari sepuluh persen dalam beberapa bulan mendatang ketika program bantuan gaji berakhir. Negara-negara Eropa menyetujui bantuan bernilai triliyunan Euro untuk membantu bisnis, menyiapkan atau mendukung program agar para pekerja tetap digaji. Sekitar 3,7 juta orang di Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di wilayah itu, masih memiliki program bantuan bagi yang di-PHK. Dengan ketidak-pastian kapan pandemi berakhir, pemerintah telah memperpanjang program bantuan itu hingga akhir 2021. Program ini membayarkan lebih dari 70% gaji untuk pegawai yang bekerja dengan jam kerja pendek atau tanpa jam kerja. Bank Sentral Eropa menyuntikkan dana 1,35 trilyun Euro ($ 1,57 triliun). Tetapi sementara bantuan semacam itu telah memperlambat arus pengangguran, pekerjaan terus menghilang. Perusahaan-perusahaan di industri yang paling terpukul seperti pariwisata, perjalanan dan restoran memperkirakan akan menghadapi pemulihan yang lemah untuk jangka yang panjang dan PHK. (VOA) |
Yeheskiel Katiandagho Harap 58 Personel Lantamal X yang Naik Pangkat Berdedikasi Penuh Posted: 01 Oct 2020 11:58 PM PDT Dalam sambutannya, Komandan Lantamal X mengatakan bahwa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya merupakan sebuah bentuk penghargaan dari negara atas dedikasi, loyalitas, kinerja dan profesionalisme yang ditunjukan setiap prajurit dan PNS selama ini. Dikatakan pula bahwa kenaikan pangkat memberikan kebanggaan tersendiri bagi setiap prajurit dan PNS serta keluarganya. Oleh karena itu memberikan konsekwensi tanggung jawab yang lebih tinggi serta dituntut untuk bersikap, berpikir dan bertindak lebih baik dalam pengabdiannya kepada TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa dan negara. "Saya selaku komandan Lantamal X merasa bangga karena ada 48 personel militer dan 10 PNS Mako Lantamal X yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi hal ini menunjukkan bahwa pembinaan personel di Mako Lantamal X cukup berhasil dan membanggakan.", ungkap Laksma Yeheskiel.
"Selamat kepada Aspers Danlantamal X Kolonel Laut (KH) Suryanto Hadi Widodo, S.SIP dan Aspotamar Danlantamal X Kolenel Laut (KH) Joko Imam Pambudi, S.Pd serta 56 personel lainnya atas kenaikan pangkat ini, semoga semakin amanah dalam menjalankan tugas kedepan.", pungkas Danlantamal X. Tampak dalam upacara kenaikan pangkat personel Lantamal X diantaranya Wadan Lantamal X, para Asisten Danlantamal X, Kasatker Lantamal X, perwira, bintara, tamtama dan PNS Lantamal X. (DispenLantamalX) |
Yeheskiel Katiandagho Pimpin Ziarah Jelang Peringatan HUT TNI ke-75 Posted: 01 Oct 2020 10:17 PM PDT Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun menjelang perayaan HUT TNI setiap tanggal 05 Oktober ini berlangsung sederhana dan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
Kegiatan ziarah ini diikuti oleh Satuan TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih, Lantmal X Jayapura dan Lanud Silas Papare. Diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karang bunga oleh inspektur upacara dan dilanjutkankan dengan doa dan penaburan bunga di pusara makam para pahlawan.
|
You are subscribed to email updates from #Lelemuku. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States |
Social Plugin