Type Here to Get Search Results !

Sinopsis Ikatan Cinta 4 Februari 2021, Andin Sedih Gugat Cerai dan Al Percaya Takdir

Sinopsis Ikatan Cinta 4 Februari 2021, Andin Sedih Gugat Cerai dan Al Percaya Takdir


Sinopsis Ikatan Cinta 4 Februari 2021, Andin Sedih Gugat Cerai dan Al Percaya Takdir

Posted: 04 Feb 2021 06:19 PM PST


DEPOK, LELEMUKU.COM  – Sinetron Ikatan Cinta yang dibintangi oleh Amanda Manopo sebagai Andin, Arya Saloka sebagai Aldebaran, Glenca Chysara sebagai Elsa dan Evan Sanders sebagai Nino kian menarik antusias penonton dengan menghadirkan konflik yang konpleks di setiap episodenya.

Setiap ceritanya telah membuat para penonton penasaran untuk menyaksikan kelanjutan dari sinetron bergenre drama romantic, keluarga da nada sedikit komedi dalam satu ikatan cinta yang tayang pada pukul 19.30 WIB di RCTI.

Berikut Sinopsis Ikatan Cinta pada Kamis, 4 Februari 2021, Al telah mendapatkan kesempatan kedua dari Papa Surya untuk membuktikan bahwa dirinya akan berubah menjadi lebih baik lagi.

Walau demikian, proses perceraiannya dan Andin masih terus bergulir. Karena, Andin belum mencabut gugatan cerainya kepada dirinya dan masih dalam tahap mediasi.

Pada mediasi pertama, Al menolak untuk menerima gugatan cerai Andin. Kemudian saat Al mendapati Andin berada di tempat makan bersama Rafael yang berbincang tentang masalah rumah tangga mereka.

Hal itu membuat Andin bersedih hingga menangis. Saat Rafael yang melihat Andin menangis, langsung mengusap air mata Andin dengan sehelai tisu. Tanpa sengaja, itu dilihat oleh Al. Al berkata dalam hati jika dirinya merasa sakit melihat Andin menangis karena dirinya, namun orang lain yang mengusap air mata Andin.

Di hari kemudian, seperti rutinitas Andin pergi ke kampus untuk mengajar. Setibanya di kampus, Andin berkata dalam hatinya bahwa dia sangat bersedih karena gugatan cerainya pada Al. Padahal, dia sendiri mengakui yang memutuskan langkah itu adalah dirinya sendiri.

"Andin, Andin, mau kamu apa sih, kamu kan yang gugat cerai. Kok kamu yang malah sedih," kata Andin.

Saat berjalan sambil merenungi hal itu, Andin terkejut karena melihat Al yang berdiri di hadapannya. Tanpa berkata apapun, Al langsung memeluk erat Andin dan berkata dirinya percaya akan takdir. 

 "Saya percaya takdir sih," ujar Al ke Andin. (Laura Sobuber)

Polisi dan Mahasiswa Gotong Royong Bersihkan PohonTumbang di Jln.Buper Waena

Posted: 04 Feb 2021 03:43 AM PST

Polisi dan Mahasiswa Gotong Royong Bersihkan PohonTumbang di Jl.Buper Waena

WAENA, LELEMUKU.COM - Polsubsektor Heram lakukan penebangan dan pembersihan pohon tumbang yang menutup setengah badan jalan bertempat di depan asrama mahasiswa Kabubaten Pegunungan Bintang di Jl.Buper Waena Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Kamis (04/02/2021) pagi.

Kegiatan penebangan dan pembersihan pohon tumbang dipimpin langsung Kapolsubsektor Heram Iptu Alfrit B. Nadek, S.H bersama personil dengan dibantu para mahasiswa dari asrama kab.Pegunungan Bintang.

Kapolsubsektor Heram ketika dihubungi via telepon selulernya membenarkan giat pembersihan pohon tumbang tersebut di depan asrama mahasiswa Kab.Pegunungan Bintang.

Iptu Nadek mengatakan, dengan dibantu rekan-rekan mahasiswa dari asrama tersebut akhirnya pihaknya berhasil menyingkirkan pohon yang tumbang menutup badan jalan.

"Rekan-rekan mahasiswa menyambut baik respon kami dalam menebang dan membersihkan pohon yang tumbang menutup badan jalan dengan membantu pelaksanaannya, dimana akibat pohon tersebut arus lalulintas menjadi terhambat," ungkap Iptu Nadek.

Ia pun menuturkan, dengan menggunakan alat tanggap bencana yang telah kami siapkan berupa mesin potong Chainsaw dan parang dengan dibantu rekan-rekan mahasiswa akhirnya pohon tumbang tersebut bisa disingkirkan dari badan jalan dan aktifitas arus lalulintas kembali berjalan normal.(Humaspolrestajayapura)

 

Benny Wahyudi Benarkan Kontak Senjata antara TNI dan Separatis di Hitadipa

Posted: 03 Feb 2021 11:37 PM PST

Benny Wahyudi Benarkan Kontak Senjata antara TNI dan Separatis di Hitadipa.lelemuku.com.jpg

NABIRE, LELEMUKU.COM - Kontak tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok separatis kembali terjadi kontak tembak di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua

Hal ini dikonfirmasi oleh Komandan Kodim (Dandim) 1705 Nabire , Lekol Inf. Benny Wahyudi pada Kamis, 4 Februari 2021.

"Informasi yang saya dapat bahwa terjadi kontak tembak antara KKB dan TNI, namun saya belum monitor dampaknya apa, korban, dan lain sebagainya," kata Benny seperti dikutip dari medcom.id.

Dari informasi yang didapat, dalam kontak tembak TNI dari Yonif 400/BR di Titigi, salah satu KKB dikabarkan tewas. Namun kabar itu belum bisa dipastikan.

"Saya masih harus berkoordinasi. Untuk korban jiwa, saya belum bisa memastikan, karena kontak tembak tersebut bukan dengan anggota saya," ujarnya.

Benny menuturkan, infomasi yang didapat bahwa kontak tembak terjadi sekitar pukul 05.50 WIT. Dia belum mengetahui pasti kronologi kontak tembak antara prajurit TNI dan KKB itu.

"Kronologi pastinya saya belum tahu, saya sendiri belum tahu apakah ada korban jiwa dari penembakan tersebut apakah korbannya KKB, TNI, atau masyarakat. Tapi memang ada kontak senjata di atas," jelasnya.

Dandim juga membenarkan adanya kabar warga dari Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang mengungsi karena takut atas keberadaan kelompok separatis.

Seperti diberitakan Detik, ia juga membantah informasi yang menyebut TNI yang memaksa warga Ndugusiga untuk mengungsi.

"Kalau disebutkan ada massa yang meninggalkan rumah itu, bukan TNI-Polri yang minta, yang benar adalah anggota DPRD Intan Jaya, Benyamin Weya. Dia menyampaikan ke masyarakat bahwa situasi tidak aman, kita tinggal dulu di tempat lain, itu di Kampung Ndugusiga," ujar Benny pada Rabu 3 Februari 2021.

Benny menegaskan, selama ini personel TNI yang berada di Intan Jaya dapat hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat pun ia pastikan dapat mengangkat perekonomian karena personel TNI yang banyak membeli hasil kebun masyarakat.

Namun, hal tersebut mendadak berubah ketika KKB mulai beraksi di Intan Jaya sejak akhir 2019.

"Selama ini masyarakat bersama dengan TNI karena TNI sudah lama ada di situ, ada di Tiitigi, Ndugusiga, Sugapa, Hitadipa. Kita sudah bertahun-tahun ada di situ dan masyarakat tidak mengungsi. Begitu ada KKB datang, masyarakat mengungsi," kata dia.

Menurut dia, keberadaan KKB di Intan Jaya mempersulit kehidupan warga setempat.

Ia mencontohkan, masyarakat di Distrik Hitadipa yang kerap beraktivitas menjual hasil kebunnya di Distrik Sugapa.

Saat ini, mereka harus berjalan kaki membawa dagangannya karena sudah tidak ada lagi tukang ojek yang berani menempuh rute ke Hitadipa. (Jidon)

Seorang Balita Tenggelam di Danau Sentani

Posted: 03 Feb 2021 09:28 PM PST

Seorang Balita Tenggelam di Danau Sentani

SENTANI, LELEMUKU.COM – Telah ditemukan meninggal dunia salah seorang Balita di kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada Selasa (02/02/2021) sore.

Ditemukannya salah seorang balita perempuan berinsial GT (3), dalam kondisi terapung dan sudah tidak bernyawa, pertama kali dilihat oleh saksi Lefina Sokoy (56), di bawah kolong rumah milik Yan Pieter Wally yang berada di pinggiran Danau Sentani tepatnya di Kampung Nendali (Netar). 

Kapolsek Sentani Timur Iptu Jetny L. Sohilait, SH saat dikonfirmasi membenarkan kasus penemuan mayat balita tersebut yang diketahui berawal dari saksi Lefina Sokoy (56) pada saat itu sedang berada di belakang dapur rumah milik Yan Pieter Wally, kemudian melihat di bawah kolong rumah, korban sudah dalam keadaan terapung.

"Melihat hal tersebut saksi langsung berteriak minta tolong, sehingga langsung kami evakuasi korban dengan menggunakan mobil patroli Polsek Sentani Timur ke RS. Yowari, namun Dokter jaga menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia" ungkap Iptu Jetny L. Sohilait, SH.

Lanjutnya, disaat kejadian sedang berlangsung juga acara penobatan Ondofolo Hokhoi Thembu Nendali, dimana pihak Kepolisian sedang melaksanakan pengamanan.

Korban meninggal dunia diduga karena tenggelam di Danau Sentani, kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak pada saat bermain menjadi faktor penyebab terjadinya kejadian tersebut.

"Dimana saat itu ibu korban DCW (45) sedang sibuk berada di dapur, sebelum ditemukan meninggal korban diketahui sedang bermain – main di pinggir danau. Keluarga korban sudah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mau dilakukan tindakan Kepolisian berupa otopsi," terang Kapolsek Sentani Timur.(Humaspolresjayapura)

Polisi Evakuasi Warga BTN Gajah Mada Sentani yang Terendam Banjir

Posted: 03 Feb 2021 09:19 PM PST

Polisi Evakuasi Warga BTN Gajah Mada Sentani yang Terendam Banjir

SENTANI, LELEMUKU.COM – Akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir di wilayah Sentani Kota, sehingga menyebabkan kali di belakang perumahan BTN Gajah Mada meluap dan merendam pemukiman warga. Rabu, (3/02/21) malam.

Kapolsek Sentani Kota Kompol Ruben Palayukan, S.PT., S.IK mengatakan bahwa anggotanya langsung merespon dengan membantu mengevakuasi warga BTN Gajah Mada.

"Seperti kita ketahui akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari, termasuk tadi malam, Rabu, (03/02), kami langsung menurunkan anggota untuk berpatroli ke tempat – tempat rawan bencana, di mana kami merespon langsung dengan membantu mengevakuasi warga serta barang – barang berharga setelah mengetahui bahwa perumahan Gajah Mada tepatnya di jalur 5 Sentani Kabupaten Jayapura terendam banjir," katanya.

Polisi Evakuasi Warga BTN Gajah Mada Sentani yang Terendam Banjir

Lanjut Kompol Ruben, warga perumahan Gajah Mada yang rumahnya terendam kami evakuasi dengan menggunakan mobil patroli, untuk sementara warga mengungsi di Masjid yang terletak di perumahan Dobonsolo (tidak jauh dari perumahan gajah mada), tidak hanya itu barang – barang berharga yang masih bisa diselamatkan juga langsung dievakuasi, kerugian belum bisa ditentukan karena hanya difokuskan ke evakuasi dulu, namun warga mengalami kerugian yang begitu banyak, baik dari tempat tinggal mereka yang tergenang air serta barang – barang yang rusak akibat terendam banjir.

Tidak lupa kami sampaikan himbauan kepada warga masyarakat setempat, untuk selalu waspada apalagi dalam keadaan seperti ini bisa saja tindakan kriminal berupa pencurian terjadi, agar mereka menjaga keselamatan diri maupun sesamanya di lingkungan, apalagi situasi dan intensitas curah hujan masih cukup tinggi. tutup Kapolsek Sentani Kota. (Humaspolresjayapura)