Gereja Katolik Beri Pernyataan Sikap Terhadap Insiden Penganiayaan Warga Olilit |
- Gereja Katolik Beri Pernyataan Sikap Terhadap Insiden Penganiayaan Warga Olilit
- Polres Tanimbar Tegas Tangani Insiden Penganiayaan Warga Olilit
- Romi Agusriansyah Beberkan Kronologis Awal Insiden Penganiayaan Warga Olilit
- Sisa Satu Kasus COVID-19, RSUD Magretti Saumlaki Kembali Layani Pasien Umum di Tanimbar
- Edwin Tomasoa Sebut Satu Pasien COVID-19 di Tanimbar Masih Harus Dievaluasi
- 2.729 Pasien COVID-19, Sembuh 1.734 dan 41 Meninggal Dunia di Maluku per 27 September 2020
- Rayakan HUT Farmasi Sedunia Tahun 2020 Wujud Eksistensi Ikatan Apoteker Indonesia di Tanimbar
Gereja Katolik Beri Pernyataan Sikap Terhadap Insiden Penganiayaan Warga Olilit Posted: 27 Sep 2020 09:00 AM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Gereja Katolik Keuskupan Amboina Wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD) di Provinsi Maluku memberikan pernyataan sikap tehadap insiden penganiayaan dua warga Desa Olilit di Kecamatan Selatan (Tansel), Marsianus dan Timotius Fanumbi pada Kamis (24/09/2020) pukul 23.50 WIT. "Kami menyatakan sikap terhadap kejahatan kemanusiaan tersebut," ujar Komisi Justice dan Peace Wilayah Tanimbar dan MBD, RD. Jakobus Sorlury kepada Kapolres Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah, S. I. K dan jajaran pada Sabtu (26/09/2020). Dalam kesempatan itu Sorlury mengatakan pihaknya mengecam dan mengutuk keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku di Tanimbar itu. "Kepada pihak kepolisian RI Polres Tanimbar untuk segera menahan Danki berserta oknum anggota brimob dan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tandas dia. Sorlury menegaskan pihaknya secara kusus menginginkan agar Komandan Kompi (Danki) Sat Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku segera diproses, dicopot dan diganti. Selanjutnya para pelaku harus segera dihukum seberat-beratnya, seperti penurunan pangkat bagi para pelaku hingga dipenjara. Selain itu, ia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanimbar agar segera meninjau kembali hibah tanah untuk pembangunan Mako Brimob di wilayah petuanan Desa Olilit Raya. "Proses hukum terhadap pelaku hendaknya dilaksanakan sejak tuntutan ini disampaikan sampai dengan tiga hari ke depan dan diinformasikan kepada pihak gereja katolik melalui komisi justice dan peace wilayah Tanimbar dan MBD. Jika tidak dipenuhi maka kami akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menduduki polres Tanimbar," pintanya. Menanggapi tuntutan itu, Kapolres Romi Agusriansyah mengungkapkan pihaknya telah serius dan tegas menetapkan 2 tersangka penganiayaan dua warga tersebut. Menurutnya kedua oknum anggota Brimob dengan inisial SA da AG diduga telah menganiaya dua warga dan keduanya saat ini telah diamankan di Rutan Polres Tanimbar. "Kami sudah mengambil langkah cepat terkait penanganan kasus ini. Mulai kemarin sore sampai dengan tadi malam untuk melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, yaitu 5 dari personil brimob dan 2 dari warga," jawab Kapolres. Ia menuturkan bahwa Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Drs. Baharuddin Djafar, M.Si telah menaruh perhatian besar terhadap kasus ini dimana harus dilakukan secara benar dengan penanganan semua pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum baik pidana, kode etik dan disiplin. Romi menambahkan dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Maluku untuk tindakan disiplin dan kode etik terhadap tersangka oknum personel brimob. "Pak Kapolda telah menyampaikan sikap tegas untuk usut tuntas kasus ini sampai dengan semua pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Masih ada beberapa saksi lagi sudah bisa kami identifikasi , tetapi masih membutuhkan waktu untuk pemeriksaan. Termasuk kepada saudara Marianus Fanumbi yang masih dirawat. Proses ini masih jalan, artinya tidak menutup kemungkinan mungkin akan ada pelaku-pelaku lainnya," tutupnya. (Albert Batlayeri) |
Polres Tanimbar Tegas Tangani Insiden Penganiayaan Warga Olilit Posted: 27 Sep 2020 08:23 AM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, AKBP Romi Agusriansyah, S. I. K mengungkapkan jika pihaknya secara serius dan tegas telah menetapkan 2 tersangka penganiayaan warga Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel). Menurutnya kedua oknum anggota Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Maluku dengan inisial SA da AG diduga telah menganiaya dua pemuda Olilit, Marselinus dan Timotius Fanumbi pada Jumat (24/9/2020). Kedua tersangka saat ini telah diamankan di Rutan Polres Tanimbar. "Kami sudah mengambil langkah cepat terkait penanganan kasus ini. Mulai kemarin sore sampai dengan tadi malam untuk melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, yaitu 5 dari personil brimob dan 2 dari warga," ungkap Kapolres Romi kepada awak media pada Sabtu (27/09/2020). Ia menyatakan pihaknya masih belum bisa memintai keterangan dari Marselinus Fanumby karena masih menjalankan perawatan di Rumah Sakit (RS) Fatima Saumlaki. "Perawatan atas inisiatif kami agar segera sembuh dan kita dapat segera melakukan pemeriksaan kepada bersangkutan untuk mengetahui bagaimana peristiwa ini terjadi," kata Romi. Ia menuturkan bahwa Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Drs. Baharuddin Djafar, M.Si telah menaruh perhatian besar terhadap kasus ini dimana harus dilakukan secara benar dengan penanganan semua pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum baik pidana, kode etik dan disiplin. Romi menambahkan dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Maluku untuk tindakan disiplin dan kode etik terhadap tersangka oknum personel brimob. "Pak Kapolda telah menyampaikan sikap tegas untuk usut tuntas kasus ini sampai dengan semua pelaku yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Masih ada beberapa saksi lagi sudah bisa kami identifikasi , tetapi masih membutuhkan waktu untuk pemeriksaan. termasuk kepada saudara Marianus Fanumbi. Proses ini masih jalan, artinya tidak menutup kemungkinan mungkin akan ada pelaku-pelaku lainnya," tambah Romi. Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Kapolres Romi Agusriansyah menjelaskan kronologi kejadian sesuai hasil pemeriksaan terhadap 7 orang saksi tersebut oleh pihak penyidik, yaitu peristiwa tersebut bermula hari Kamis (24/09/2020) sekira pukul 23.50 WIT. Dimana salah satu personil Brimob Saumlaki MA beserta adiknya LM (bukan anggota Brimob) bertemu dengan Marsianus Fanumbi dan Timotous Fanumbi di Pasar Olilit. "Terjadilah cekcok mulut. Namun saat itu belum terjadi pemukulan," ucap Kapolres. Kemudian Kejadian berikutnya yakni di lokasi Pasar Ikan Olilit, depan bengkel. Dimana anggota Brimob MA dan adiknya ini kembali bertemu dengan Marsianus dan Timotius. Pada pertemuan kedua inilah terjadi tindakan pemukulan terhadap adik dari Briptu MA yang dilakukan oleh Marsianus dan Timotius. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil visum, terdapat luka pada tangan dan kaki. Sedangkan hasil visum terhadap Briptu MA juga mengalami bengkak di belakang kepala dan kaki kanan. Atas kejadian pemukulan itulah, saudara laki-laki Briptu MA berhasil kabur dari aksi itu. Sedangkan MA memilih kembali ke Kompi C Brimob yang berada di dekat Bandara Lama, Desa Olilit, guna melaporkan kejadian yang dialami. Disana ada dua orang Bintara jaga dan dua orang personil dari Kompi C. "Dimomen itulah terjadi peristiwa pemukulan terhadap Marsianus dan Timotous. Setelah kejadian itu, Timotius lari dan Marsianus dibawah ke Kompi Brimob. Malam itu juga masalah ini dibawah ke Polres dan kita arahkan untuk visum," tandas Kapolres. Menurutnya, dari keterangan para saksi, kedua orang ini yakni Marsianus dan Timotous dalam kondisi mabuk alias dipengaruhi minuman keras. Akan tetapi keduanya menyangkal. Sebagai penegak hukum yang menangani permasalahan ini, pihaknya juga tidak bisa menegaskan bahwa baik Timotius ataupun Marsianus saat kejadian dipengaruhi miras atau tidak. Hal itu akan dibuktikan dengan pendalaman oleh petugas. "Barang bukti sementara dikumpulkan. Kami tegaskan, Polri akan memberikan tindakan tegas kepada anggotanya yang melakukan perbuatan pidana. Sejauh ini, masih dilakukan penyidikan. Apalagi saudara Marsianus sebagai saksi kunci belum memberikan keterangan karena masih menjalankan perawatan di Rumah Sakit (RS) Fatima Saumlaki," tegasnya. (Albert Batlayeri) |
Romi Agusriansyah Beberkan Kronologis Awal Insiden Penganiayaan Warga Olilit Posted: 27 Sep 2020 08:22 AM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, AKBP Romi Agusriansyah, S. I. K membeberkan kornologis awal kejadian penganiayaan dua warga Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Marsianus dan Timotius Fanumbi. Kejadian itu telah mengakibatkan aksi pemukulan yang melibatkan warga Desa Olilit dengan personel anggota Brimob Kompi C Saumlaki, dimana 5 personil Brimob dan 2 orang warga telah diperiksa dan menetapkan 2 anggota Brimob inisial SA da AG sebagai tersangka. Kapolres Romi menjelaskan kronologi kejadian sesuai hasil pemeriksaan terhadap 7 orang saksi tersebut oleh pihak penyidik, yaitu peristiwa tersebut bermula hari Kamis (24/09/2020) sekira pukul 23.50 WIT. Dimana salah satu personil Brimob Saumlaki MA beserta adiknya LM (bukan anggota Brimob) bertemu dengan Marsianus Fanumbi dan Timotous Fanumbi di Pasar Olilit. "Terjadilah cekcok mulut. Namun saat itu belum terjadi pemukulan," ucap Kapolres dalam keterangan pers kepada media pada Sabtu (26/09/2020). Kemudian Kejadian berikutnya yakni di lokasi Pasar Ikan Olilit, depan bengkel. Dimana anggota Brimob MA dan adiknya ini kembali bertemu dengan Marsianus dan Timotius. Pada pertemuan kedua inilah terjadi tindakan pemukulan terhadap adik dari Briptu MA yang dilakukan oleh Marsianus dan Timotius. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil visum, terdapat luka pada tangan dan kaki. Sedangkan hasil visum terhadap Briptu MA juga mengalami bengkak di belakang kepala dan kaki kanan. Atas kejadian pemukulan itulah, saudara laki-laki Briptu MA berhasil kabur dari aksi itu. Sedangkan MA memilih kembali ke Kompi C Brimob yang berada di dekat Bandara Lama, Desa Olilit, guna melaporkan kejadian yang dialami. Disana ada dua orang Bintara jaga dan dua orang personil dari Kompi C. "Dimomen itulah terjadi peristiwa pemukulan terhadap Marsianus dan Timotous. Setelah kejadian itu, Timotius lari dan Marsianus dibawah ke Kompi Brimob. Malam itu juga masalah ini dibawah ke Polres dan kita arahkan untuk visum," tandas Kapolres. Menurutnya, dari keterangan para saksi, kedua orang ini yakni Marsianus dan Timotous dalam kondisi mabuk alias dipengaruhi minuman keras. Akan tetapi keduanya menyangkal. Sebagai penegak hukum yang menangani permasalahan ini, pihaknya juga tidak bisa menegaskan bahwa baik Timotius ataupun Marsianus saat kejadian dipengaruhi miras atau tidak. Hal itu akan dibuktikan dengan pendalaman oleh petugas. "Barang bukti sementara dikumpulkan. Kami tegaskan, Polri akan memberikan tindakan tegas kepada anggotanya yang melakukan perbuatan pidana. Sejauh ini, masih dilakukan penyidikan. Apalagi saudara Marsianus sebagai saksi kunci belum memberikan keterangan karena masih menjalankan perawatan di Rumah Sakit (RS) Fatima Saumlaki," tegasnya. (Albert Batlayeri) |
Sisa Satu Kasus COVID-19, RSUD Magretti Saumlaki Kembali Layani Pasien Umum di Tanimbar Posted: 27 Sep 2020 07:40 AM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dr. Edwin Tomasoa mengungkapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. P. P. Magretti Saumlaki akan kembali melayani pasien umum di Tanimbar. Hal tersebut ia katakan berdasarkan evaluasi pihaknya, dimana sebelumnya rumah sakit itu khusus melayani sebanyak 29 pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang merupakan penumpang KMP Sabuk Nusantara (Sanus) 34 pada Rabu (02/09/2020) lalu. Kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah memulangkan sebanyak 28 pasien secara bergiilir sesuai hasil rapid test pada Senin (21/09/2020), Jumat (25/09/2020) dan Sabtu (26/09/2020) serta masih tersisa satu pasien yang harus dievaluasi dan sudah dipindahkan ke Puskesmas Lorulun, Kecamatan Wertamrian. "Kini di RSUD Magretti Saumlaki sebagai lokasi penanganan pasien COVID-19 sudah dikosongkan dan bisa kembali digunakan untuk pelayanan umum, karena sebelumnya kan pelayanan umum cukup terganggu. Saat ini rumah sakit akan dilakukan sterilisasi," ungkap Tomasoa kepada Lelemuku.com pada Minggu (27/09/2020). Semenjak RSUD Margretti Saumlaki diberlakukan sebagai penanganan pasien COVID-19, maka segala pelayanan bagi pasien umum dialihkan ke Puskesmas Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel). (Laura Sobuber) |
Edwin Tomasoa Sebut Satu Pasien COVID-19 di Tanimbar Masih Harus Dievaluasi Posted: 27 Sep 2020 06:26 AM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dr. Edwin Tomasoa menyebutkan satu pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di daerah tersebut masih harus dievaluasi. Sebelumnya pasien COVID-19 di Tanimbar ada sebanyak 29 orang yang merupakan penumpang KMP Sabuk Nusantara (Sanus) 34 pada Rabu (02/09/2020) lalu. Kemudian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah memulangkan sebanyak 11 pasien yang dinyatakan sembuh pada Senin (21/09/2020) dan diikuti 17 pasien lainnya pada Jumat (25/09/2020) dan Sabtu (26/09/2020). "Tinggal satu pasien saja yang saat ini di Puskesmas Lorulun, dalam keadaan baik, masih ada factor yang mengharuskan dia tetap tinggal," ujar Kadis Tomasoa kepada Lelemuku.com pada Minggu (27/09/2020). Ia mengungkapkan sebanyak 17 pasien COVID-19 telah dievaluasi dengan mengikuti rapid test dan kepada satu pasien tersisa yang reaktif rapid test akan dilanjutkan dengan evaluasi atau memungkinkan untuk swab test kembali. Tomasoa menambahkan dalam memulangkan 17 pasien tersebut, pihaknya secara persuasif meminta keluarga dari para pasien untuk menerima kembali anggota keluarga mereka dan mempercayai pihak medis yang telah memastikan kesembuhan para pasien. Ia pun berharap kepada para pasien sembuh corona setelah kembali ke tengah keluarga harus tetap melakukan karantina mandiri selama 10 hari. "Kini di RSUD dr. P. P Magretti Saumlaki sebagai lokasi penanganan pasien COVID-19 sudah dikosongkan dan bisa kembali digunakan untuk pelayanan umum, karena sebelumnya kan pelayanan umum cukup terganggu. Saat ini rumah sakit akan dilakukan sterilisasi," tambah Tomasoa. (Laura Sobuber) |
2.729 Pasien COVID-19, Sembuh 1.734 dan 41 Meninggal Dunia di Maluku per 27 September 2020 Posted: 27 Sep 2020 06:06 AM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Ketua Harian Gugus Tugas (Gustu) Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengungkapkan perkembangan laporan penyebaran Pandemi virus di 11 kabupaten dan kota per Minggu (27/09/2020). Jumlah pasien terkonfirmasi positif bertambah 2 kasus menjadi 2.729 dengan rincian pasien dalam perawatan 954 orang, sembuh sebanyak 1.734 orang dan meninggal 41 orang. Kemudian jumlah suspek sebanyak 463, diantaranya Ambon sebanyak 461 dan Malteng 2 orang serta 954 pasien positif corona terdapat di Ambon 858 kasus, Buru 4 kasus, Malteng 53 kasus, Tual 17 jiwa, Seram Bagian Barat (SBB) 2 kasus, Maluku Barat Daya (MBD) 3 kasus, Kepulauan Aru 3 kasus, Kepulauan Tanimbar 2 kasus dan Maluku Tenggara (Malra) 11 jiwa. Kasrul Selang mengatakan dalam mencermati perkembangan dalam menghadapi pandemic tersebut dengan bersatu, saling mendukung, saling menjaga untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat Maluku untuk lindungi diri dan keluarga dengan tetap disiplin menerapkan protokel kesehatan, yaitu jaga jarak fisik, cuci tangan dengan sabun dan pakai masker serta jaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (Laura Sobuber) |
Rayakan HUT Farmasi Sedunia Tahun 2020 Wujud Eksistensi Ikatan Apoteker Indonesia di Tanimbar Posted: 26 Sep 2020 10:40 PM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Farmasi Sedunia pada 25 September 2020 yang diperingati oleh Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Provinsi Maluku dengan Tema Sentral 'Bijak Menyikapi Informasi dan Membeli Obat Secara Online. Tanyakan Apoteker' menjadi wujud eksistensi organisasi profesi tersebut yang telah dibentuk sejak bulan Februari 2019 lalu. "Kami baru dibentuk bulan Februari tahun lalu di Ambon, awalnya kami apoteker masih sedikit jadi kami dibawa Maluku Tenggara. Tetapi saat ini jumlah kami sudah 15 orang, sehingga sudah dapat ijin untuk berdiri sendiri bentuk cabang Tanimbar dan tidak dibawa Malra lagi," ungkap Ketua Ikatan Apoteker Cabang Tanimbar, Candra Utukamam, S.Si. Apt kepada Lelemuku.com. Ia mengatakan kehadiran organisasi apoteker untuk mendorong peran dan kegiatan apoteker yang merupakan tenaga kesehatan profesional yang berpraktek di bidang farmasi dalam meningkatkan kesehatan secara khusus di Tanimbar. Candra ingin kedepan pihaknya bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya dalam berjuang untuk menekan angka kesakitan dan kematian karena penyakit di masyarakat, secara khusus menjadi garda terdepan cegah penyebaran Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) saat ini. "Kami hadir untuk mendukung tugas pemerintah, dalam hal ini teman-teman yang berada di rumah sakit dan puskesmas yang mengolah obat-obat, pengadaan sampai penyimpanan dan pengedaran harus kepada masyarakat. Selain itu kami juga akan amankan apotek atau toko obat dalam penjualan obat," tuturnya Kepala Dinas Kesehatan selaku Penasehat Ikatan Apoteker Cabang Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa mengatakan organisasi profesi apoteker merupakan salah satu tiang penyangga kesehatan di daerah dan harus bergandengan tangan menjalin kemitraan dengan organisasi profesi lainnya di bawa payung dinas kesehatan untuk bersinergi membangun Tanimbar. Tomasoa juga meminta organisasi itu untuk menyusun program kerja guna menambah kualitas anggota dan pengabdian di masyarakat. "Pertama-tama selamat ulang tahun untuk teman-teman apoteker. Tentunya dalam perjalannya ada hambatan dan kendala untuk mewujudkan hal-hal tersebut, tapi tidak masalah yang penting punya komitmen untuk kerja yang baik sambil jaga etika profesi masing-masing, itu sudah cukup bagus," ucap dia. Selanjutnya sebagai mitra kerja, Kepala Badan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Tanimbar, Stepanus Simon Sesa berharap Ikatan Apoteker Tanimbar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang budaya sadar obat dengan melakukan Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (Dagusibu) obat dengan tepat. "Apoteker bisa beri edukasi ketika melayani pemberian obat kepada masyarakat baik di puskesmas, apotik bahkan di kehidupan sehari-hari. Disamping tentu teman-teman apoteker atau farmasi ini bisa menjadi mitra kerja kami dalam pelayanan agar masyarakat mendapatkan betul-betul obat yang bermutu," kata dia. Hal yang sama pun diutarakan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Operasional Tanimbar, Firman Syah. Ia berharap Ikatan Apoteker Tanimbar dapat memastikan ketersediaan obat yang sering menjadi kendala peserta BPJS Kesehatan di daerah itu. "Selama ini masih banyak permasalahan yang timbul karena keterbatasan obat baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Semoga kendala-kendala ini dapat teratasi bersama antara kerjasama yang baik BPJS kesehatan dan organisasi seprofesi maupun dinas kesehatan dan fasilitas kesehatan," sebut Firman. Dalam memperingatan HUT Farmasi Sedunia yang digelar di Halaman Kantor Dinkes itu diawali dengan senam sehat bersama, pembagian doorprize dan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh seluruh staf Dinkes, Badan Loka POM, BPJS Kesehatan dan anggota Apoteker Tanimbar. Selain acara puncak, Ikatan Apoteker pun menggelar lomba vlog berdurasi 7 menit dan berisi pesan Dagusibu Obat dengan Tema 'Gerakan Masyarakat Tanimbar Cerdas Menggunakan Obat (Gemat Cermat). Video dapat langsung dikirimkan melalui email [email protected]sejak 15 September hingga 1 Oktober 2020 dan pengumuman lomba akan dilakukan tepat pada perayaan HUT Kabupaten Tanimbar yang ke-21 pada 4 Oktober 2020. Lomba ini didukung penuh oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tanimbar, Joice Pentury Fatlolon, SP. "Semoga apoteker Tanimbar dapat mendukung visi dan misi Pemda, yaitu menjaga Tanimbar tetap sehat, cerdas, berwibawa dan mandiri. Saya kembali mengajak seluruh masyarakat Tanimbar dari Molumaru sampai ujung Selaru untuk mengikuti lomba vlog. Ayo cepat daftarkan diri anda, Indonesia sehat, Tanimbar Sehat," Ajak Ny. Joice. (Laura Sobuber) |
You are subscribed to email updates from #Lelemuku. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States |
Social Plugin